Kenapa Guru Perlu Menjadi Life-Long Learner?
Guru bukan hanya penyampai pengetahuan, tetapi pelajar sepanjang hayat. Dunia berubah cepat: kurikulum berubah, teknologi berkembang, teori pembelajaran berkembang, dan karakter peserta didik juga berubah. Jika guru berhenti belajar, maka kualitas mengajar ikut berhenti. Guru yang terus belajar akan lebih relevan, lebih kreatif, lebih reflektif, dan lebih mampu menyesuaikan gaya mengajar. Life-long learning bukan sekadar ikut seminar, tetapi sikap mental: selalu ingin tahu, mau membaca, mau mengevaluasi diri, mau mencoba metode baru. Guru yang selalu belajar akan menginspirasi siswa untuk ikut mencintai belajar. Karena murid mencontoh bukan kata-kata, tetapi karakter gurunya. Guru belajar → murid ikut belajar.