Mendorong Transformasi Berkelanjutan: Saatnya Kampus Mengadopsi Circular Economy
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, isu pembangunan berkelanjutan tidak lagi menjadi wacana pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Lembaga pendidikan tinggi, termasuk kampus S3 Manajemen Pendidikan, memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan tersebut. Salah satu pendekatan yang semakin relevan untuk diintegrasikan dalam kebijakan dan praktik pendidikan adalah circular economy, sebuah sistem ekonomi yang menekankan pengurangan limbah, penggunaan ulang sumber daya, dan efisiensi produksi.
Dalam konteks pendidikan, circular economy menciptakan ruang berpikir baru bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengevaluasi ulang model pembangunan yang selama ini bertumpu pada pola take–make–dispose. Melalui perspektif ini, kampus dapat menjadi laboratorium nyata untuk menerapkan prinsip keberlanjutan—mulai dari pengelolaan sampah, energi, hingga desain riset yang mempertimbangkan dampak ekologis jangka panjang. Langkah ini selaras dengan arah green economy, yang menempatkan keberlanjutan ekologis sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.
Tidak hanya itu, integrasi pembangunan berkelanjutan di kampus juga membuka ruang untuk memperluas riset lintas sektor, termasuk sustainable tourism. Sektor pariwisata berkelanjutan kian relevan di Indonesia, mengingat banyak daerah bergantung pada industri ini. Mahasiswa dapat mengembangkan model pengelolaan pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat lokal.
Lebih jauh, adopsi green economy di lingkungan akademik dapat menjadi katalis bagi perubahan kebijakan publik. Ketika kampus mampu menjadi contoh nyata praktik keberlanjutan, dampaknya dapat meluas ke pemerintah daerah, sekolah-sekolah, bahkan sektor swasta. Dengan demikian, penelitian yang dihasilkan tidak berhenti pada publikasi, melainkan mampu menjadi instrumen advokasi yang mendorong transformasi struktural.
Pada akhirnya, tantangan terbesar bukan terletak pada ketersediaan konsep, tetapi pada kemauan kolektif untuk bergerak. Kampus memiliki modal intelektual, jejaring, serta kapasitas kelembagaan untuk memimpin perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Dengan memprioritaskan circular economy, mendorong green economy, dan memperkuat penelitian seputar sustainable tourism, institusi pendidikan dapat memastikan bahwa transformasi berkelanjutan bukan hanya sebuah slogan, tetapi realitas yang dapat dirasakan generasi mendatang.